Kata Mutiara Hari Ini

>> Jumat, 21 Oktober 2011

Segalanya butuh uang, tapi uang bukanlah segalanya

Read more...

Kata Mutiara Hari Ini

>> Kamis, 20 Oktober 2011

Setiap keputusan di Dunia ini adalah penting, ikuti kata hatimu untuk memutuskannya, jika saat hatimu mulai gundah dengan semuanya, pejamkan matamu dan bayangkan wajah Ayah dan Ibumu dan sentuh kaki mereka di bayanganmu maka semua hal akan menjadi lebih tercerahkan

Read more...

Tentang cinta

>> Sabtu, 06 Agustus 2011

Jangan menunggu cinta karena dia tak akan datang

Jangan mengejar cinta karena dia tak akan lari

Jangan menarik cinta karena dia tak akan bergerak

Cukup nikmati cinta karena dia akan selalu ada saat kau butuhkan

by Anta

Read more...

Kekuatan Semesta(Tuhan) ada di sekitar kita

>> Kamis, 28 Juli 2011

Setiap makhluk di alam semesta memiliki sebuah hubungan khusus dengan kekuatan alam semesta ( universe ). Hubungan yang unik ini memiliki sebuah karakteristik yang sama baik di pohon, hewan dan manusia. Karakteristik yang sama ini adalah bahwa semua makhluk ini terhubung dengan rasa. Pohon memiliki rasa yang sederhana, dimana dia hanya merasakan angin menerpanya dan dia bergoyang. Hewan memiliki rasa yang lebih kompleks dimana dia tahu apa yang alam katakan padanya, dan dia mengikuti dengan apa adanya kecerdasannya. Manusia dianugrahi rasa yang sempurna, rasa yang dapat dia kendalikan melalui kesadaran sejati dan dihubungkan dengan pikirannya.

Pikiran dan perasaan ini mereka lakukan setiap saat memberikan sebuah pencerahan yang sempurna untuk manusia dalam menjalani hidupnya. Gabungan dari Pikiran dan perasaan ini sering kita sebut dengan Doa. Manusia dengan agamanya, mempercayai bahwa berdoa adalah jalan untuk berhubungan dengan kekuatan alam semesta itu. Tetapi beberapa dari manusia hanya menyadari bahwa doa hanya dapat dilakukan di sebuah tempat dan disaat yang ditentukan. Tapi jika kita kembali mencari ujung arti dari doa, doa adalah gabungan andara pikiran perasaan, dengan kata lain bahan baku doa adalah pikiran dan perasaan. Kapan kita berfikir? jawabannya tentu setiap saat, dimana kita befikir? tentu saja dimana saja. Kapan kita merasakan? tentu setiap saat, diamana kita merasakan? dimana saja. Dengan ini dapat kita simpulkan bahwa kita berdoa setiap saat setiap waktu dan dimana saja.

Dengan pengertian ini, itulah kenapa kita bertemu dengan banyak orang yang berbeda, yang mungkin akan membuat kita bahagia atau sedih, marah atau kesal, senang atau menyesal. mereka datang atas nama Tuhan yang bertujuan menjawab doa kita. tidak hanya orang, bahkan keadaan atau sebuah benda mati adalah ada atas nama kekuatan universe ini.

Sering kali, kesadaran akan hadirnya percikan kekuatan universe ini disekitar kita hanyalah menjadi sebuah pemberat hidup kita atau menjadi keluhan jika itu buruk dan membuat kita lupa akan kekuatannya dan angkuh jika itu baik. Kesadaran dangkal dengan kekuatan dan cara kerja kekuatan ini membuat kita semakin menjauhi pengembangan diri dan menjauhkan kita dengan kekuatan alam ini.

Untuk lebih mengerti hal ini, mari kita simak sebuah cerita ini :
Seorang remaja tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Dia membenci dirinya, membenci dirinya karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Menyesal dilahirkan ke dunia. remaja ini tidak hentinya memikirkan hal ini, dia merasakan tidak nyaman. secara tidak sadar dia memikirkan apa yang dia inginkan, melihat temannya yang dewasa menghadapi masalah, disukai banyak orang dan bahagia dikeluarganya. jauh dilubuk hatinya, remaja ini hanya ingin diakui oleh dirinya sendiri. suatu saat dia bertemu dengan seseorang lawan jenis yang membuat dia menyukai orang itu. Mereka akhirnya berpacaran, seseorang ini begitu cuek, tidak peduli dengan dirinya sendiri, bahkan tidak peduli dengan remaja ini, padahal mereka pacaran. Sangat sulit bagi remaja ini untuk meakhiri hubungannya karena cintanya yang begitu dalam kepada orang ini. Akhirnya dia berusaha menerimanya, belajar menerima kejelekan pasangannya membantu pasangannya dalam hidupnya, disanalah dia mulai merasakan nyamannya untuk mencintai dan mengasihi orang. Dia menyadari bahwa dia bertemu dengan orang yang sama dengan dirinya. Disanalah dia tahu kenapa dia tidak nyaman dengan dirinya, karena dia tidak menerima kekurangan dan tidak mencintai dirinya sendiri, dia tidak tahu caranya untuk mencintai dengan tulus. Pasangannya yang cuek dan tidak peduli itu yang mengajari dia untuk mencintai. Suatu ketika orang itu memutuskan hubungan dengan remaja tersebut. Remaja tersebut sakit hati, tetapi dia sadari bahwa orang itu mengajarinya untuk tahu cara mencintai.

Dari cerita diatas, remaja itu sebenarnya berdoa kepada tuhan, saat dia tidak nyaman dia berfikir semua yang membuat dia tidak nyaman, dan merasakan ketidak nyamanan itu sehingga timbulah emosi kecewa dalam hidupnya. Apa yang dilakukan remaja itu? Dia berdoa kepada universe, untuk menyelesaikan masalahnya, karena dia tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang datang dihidupnya, dimana orang itu sama dengan dia, itu adalah TUHAN, dia datang untuk mengajarinya untuk mencintai, karena remaja itu tidak tahu cara mencintai. Saat remaja itu mulai menyadari dan mengetahui cara mencintai, tugas orang itu telah selesai, saatnya dia pergi.

Dalam hidup selalu ada kekecewaan dan kegembiraan. jika kita artikan secara dalam, semua bertujuan membaikan kita. Setelah kekecewaan selalu ada kegembiraan, setelah kegembiraan selalu ada kesedihan. Ini adalah sebuah hukum dualitas alam. Setiap keadaan yang buruk adalah doa kita, dan selalu ada malaikat atau percikan kekuatan universe itu datang dan mengajari kita untuk melaluinya, saat masanya habis, dia akan pergi entah kemana. Percikan itu bisa saja, teman kita, musuh kita, pacar kita, mantan kita, orang tua kita semua orang adalah percikan dari kekuatan ini.

Jadi, janganlah mendendam kepada orang yang telah menyakitimu, karena itu percikan Tuhan yang datang untuk menjawab doamu.

Read more...

Tuesday, July 26th 2011

>> Selasa, 26 Juli 2011

"There is always a good thing happen to someone who can wait"

Read more...

Setiap semua emosi, hanya kedamaian didalamnya

Manusia memiliki banyak sekali jenis emosi, seperti Marah, Sedih, Iri, Kecewa, Bahagia, Senang, dan banyak lagi. Kita mengetahui banyak emosi ini dari kita mulai tumbuh dini dimana ini semua berasal dari lingkungan sekitar kita serta setiap dogma yang diberikan oleh orang tua atau teman disekitar kita. Kita belajar setiap emosi dengan mengetahui rasa dan mengekpresikannya. Banyak cara kita lakukan untuk mengekpresikan emosi kita, kadang dengan raut wajah yang unik, tindakan, atau perkataan. Semua adalah refleksi dari emosi yang berada didalam diri kita. Semua hal yang telah kita lakukan untuk mempelajari tentang emosi ini ternyata adalah sebuah jurang yang membuat kita terkungkung dalam lingkaran emosi yang memusingkan dan membuat tekanan dalam pikiran dan hati kita yang besar. 

Banyak orang mengatakan bahwa mereka sudah mengenal dirinya, mengenal bagaimana cara menanggulangi emosinya, tapi semua yang mereka lakukan adalah mengekpresikan emosinya. Kadang ekspresi yang ditimbulkan baik, sebagian berupa hal yang buruk dan merugikan orang lain. Mengekpresikan emosi kita adalah tindakan yang unik kita lakukan untuk membuat diri kita tenang. Tapi pertanyaan yang ingin perlu kita jawab, apakah kita nyaman dengan emosinya?

Sering diantara kita, merasakan marah tapi kita melampiaskan ke orang lain, merasa sedih tapi malah menyalahkan orang lain, merasa kesal dan mencari pembenaran dengan argument kita. Setelah itu kita berlari, bermain game, minum-minuman dan lain sebagainya untuk menenangkan diri kita. Kita memang tenang, tapi sadarkah anda apa yang kita lakukan? apa yang telah kita lakukan adalah bentuk ketidak berdayaan kita terhadap emosi kita, secara kata lain kita takut menghadapi emosi kita, kita diperbudak emosi kita.

Sungguh sangat ironis sekali, kita mengatakan kita mengenal diri kita, tetapi kita tidak merasa nyaman dengan emosi kita dan berusaha secepatnya untuk keluar dari emosi itu dengan melakukan hal diluar konteks dari emosi tersebut. Kita bisa bertanya kedalam diri kita sendiri, seberapa sering kita merasakan emosi kita, hanya merasakan saja dan membiarkan dia mengalir ke dalam diri kita, tanpa mengekpresikan atau melakukan peralihan ke konteks lain? ada yang menjawab jarang ada yang menjawab sering atau tidak pernah.

Emosi itu adalah seperti samudra. Ombak di permukaannya sangatlah dinamis, bergerak naik turun, bergulung dan rata, tetapi jika kita menyelam ke dalam, jauh ke dalam, semua hanyalah kesunyian dan ketenangan tanpa gerakan berarti tetapi memiliki tenaga tekan yang kuat.

Pergolakan yang tidak dapat kita terima itu adalah permukaan dari samudra emosi itu, saat kapal kita berada diatas samudra itu, ombak membuat kapal itu bergoyang begitu keras dan kita pun dibawa arus, pusing, muntah dan tidak kuat lagi, memang kita rasakan. Tapi jika kita mau merasakan emosi itu lebih mendalam, sedikit demi sedikit, kita akan melihat biru yang pekat, emosi akan semakin tenang, tidak memilki hal yang dinamis, bergerak searah dan bersuara lembut, tanpa suarah tanduh seperti ombak di permukaan. 

Setiap kedinamisan emosi yang kita rasakan, jauh didalamnya hanyalah sebuah kedamaian. Kedamaian ini kita sering sebut dengan perasaan nyaman. Kita nyaman dengan emosi yang kita miliki, kita nyaman dengan marah kita, kita nyaman dengan sedih kita, kita nyaman dengan kesal kita, kita nyaman dengan kebahagiaan kita. sehingga setiap tindakan kita akan mengarah ke apa yang kita butuhkan. 

Emosi hanyalah ilusi semu perasaan yang diolah secara beragam oleh logika dan pikiran kita yang memperlihatkan suatu kondisi yang tidak seharusnya terjadi, adaptasi terhadap emosi kadang cepat kadang lambat tergantung dari individu yang merasakan. saat bereaksi cepat dengan baik, individu itu akan lebih cepat merasakan nyaman dengan emosinya dan merasa ini baik-baik saja dan ketenangan batin yang dia rasakan. jika tidak, kepanikan yang akan mereka terima dan disanalah kita akan mencari pelarian untuk bisa menghindari dan menahan emosi kita.

Read more...

Senin, 25 Juli 2011

>> Senin, 25 Juli 2011

Learn from the best, and compete with the rest

Read more...

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP