Setiap makhluk di alam semesta memiliki sebuah hubungan khusus dengan kekuatan alam semesta ( universe ). Hubungan yang unik ini memiliki sebuah karakteristik yang sama baik di pohon, hewan dan manusia. Karakteristik yang sama ini adalah bahwa semua makhluk ini terhubung dengan rasa. Pohon memiliki rasa yang sederhana, dimana dia hanya merasakan angin menerpanya dan dia bergoyang. Hewan memiliki rasa yang lebih kompleks dimana dia tahu apa yang alam katakan padanya, dan dia mengikuti dengan apa adanya kecerdasannya. Manusia dianugrahi rasa yang sempurna, rasa yang dapat dia kendalikan melalui kesadaran sejati dan dihubungkan dengan pikirannya.
Pikiran dan perasaan ini mereka lakukan setiap saat memberikan sebuah pencerahan yang sempurna untuk manusia dalam menjalani hidupnya. Gabungan dari Pikiran dan perasaan ini sering kita sebut dengan Doa. Manusia dengan agamanya, mempercayai bahwa berdoa adalah jalan untuk berhubungan dengan kekuatan alam semesta itu. Tetapi beberapa dari manusia hanya menyadari bahwa doa hanya dapat dilakukan di sebuah tempat dan disaat yang ditentukan. Tapi jika kita kembali mencari ujung arti dari doa, doa adalah gabungan andara pikiran perasaan, dengan kata lain bahan baku doa adalah pikiran dan perasaan. Kapan kita berfikir? jawabannya tentu setiap saat, dimana kita befikir? tentu saja dimana saja. Kapan kita merasakan? tentu setiap saat, diamana kita merasakan? dimana saja. Dengan ini dapat kita simpulkan bahwa kita berdoa setiap saat setiap waktu dan dimana saja.
Dengan pengertian ini, itulah kenapa kita bertemu dengan banyak orang yang berbeda, yang mungkin akan membuat kita bahagia atau sedih, marah atau kesal, senang atau menyesal. mereka datang atas nama Tuhan yang bertujuan menjawab doa kita. tidak hanya orang, bahkan keadaan atau sebuah benda mati adalah ada atas nama kekuatan universe ini.
Sering kali, kesadaran akan hadirnya percikan kekuatan universe ini disekitar kita hanyalah menjadi sebuah pemberat hidup kita atau menjadi keluhan jika itu buruk dan membuat kita lupa akan kekuatannya dan angkuh jika itu baik. Kesadaran dangkal dengan kekuatan dan cara kerja kekuatan ini membuat kita semakin menjauhi pengembangan diri dan menjauhkan kita dengan kekuatan alam ini.
Untuk lebih mengerti hal ini, mari kita simak sebuah cerita ini :
Seorang remaja tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Dia membenci dirinya, membenci dirinya karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Menyesal dilahirkan ke dunia. remaja ini tidak hentinya memikirkan hal ini, dia merasakan tidak nyaman. secara tidak sadar dia memikirkan apa yang dia inginkan, melihat temannya yang dewasa menghadapi masalah, disukai banyak orang dan bahagia dikeluarganya. jauh dilubuk hatinya, remaja ini hanya ingin diakui oleh dirinya sendiri. suatu saat dia bertemu dengan seseorang lawan jenis yang membuat dia menyukai orang itu. Mereka akhirnya berpacaran, seseorang ini begitu cuek, tidak peduli dengan dirinya sendiri, bahkan tidak peduli dengan remaja ini, padahal mereka pacaran. Sangat sulit bagi remaja ini untuk meakhiri hubungannya karena cintanya yang begitu dalam kepada orang ini. Akhirnya dia berusaha menerimanya, belajar menerima kejelekan pasangannya membantu pasangannya dalam hidupnya, disanalah dia mulai merasakan nyamannya untuk mencintai dan mengasihi orang. Dia menyadari bahwa dia bertemu dengan orang yang sama dengan dirinya. Disanalah dia tahu kenapa dia tidak nyaman dengan dirinya, karena dia tidak menerima kekurangan dan tidak mencintai dirinya sendiri, dia tidak tahu caranya untuk mencintai dengan tulus. Pasangannya yang cuek dan tidak peduli itu yang mengajari dia untuk mencintai. Suatu ketika orang itu memutuskan hubungan dengan remaja tersebut. Remaja tersebut sakit hati, tetapi dia sadari bahwa orang itu mengajarinya untuk tahu cara mencintai.
Dari cerita diatas, remaja itu sebenarnya berdoa kepada tuhan, saat dia tidak nyaman dia berfikir semua yang membuat dia tidak nyaman, dan merasakan ketidak nyamanan itu sehingga timbulah emosi kecewa dalam hidupnya. Apa yang dilakukan remaja itu? Dia berdoa kepada universe, untuk menyelesaikan masalahnya, karena dia tidak nyaman dengan dirinya. Seseorang datang dihidupnya, dimana orang itu sama dengan dia, itu adalah TUHAN, dia datang untuk mengajarinya untuk mencintai, karena remaja itu tidak tahu cara mencintai. Saat remaja itu mulai menyadari dan mengetahui cara mencintai, tugas orang itu telah selesai, saatnya dia pergi.
Dalam hidup selalu ada kekecewaan dan kegembiraan. jika kita artikan secara dalam, semua bertujuan membaikan kita. Setelah kekecewaan selalu ada kegembiraan, setelah kegembiraan selalu ada kesedihan. Ini adalah sebuah hukum dualitas alam. Setiap keadaan yang buruk adalah doa kita, dan selalu ada malaikat atau percikan kekuatan universe itu datang dan mengajari kita untuk melaluinya, saat masanya habis, dia akan pergi entah kemana. Percikan itu bisa saja, teman kita, musuh kita, pacar kita, mantan kita, orang tua kita semua orang adalah percikan dari kekuatan ini.
Jadi, janganlah mendendam kepada orang yang telah menyakitimu, karena itu percikan Tuhan yang datang untuk menjawab doamu.
Read more...